Posts

Panduan Operasional Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

Himpunan Sarjana Bimbingan dan Konseling Indonesia  bersama masyarakat profesi bimbingan dan konseling Indonesia mengucapkan  terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat  Dirjen   Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Repuplik Indonesia (Bapak Sumarna Suryapranata, PhD)  beserta jajarannya yang telah memberikan arahan dan fasilitasi tersusunnya Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SD,  Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMP,  Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMA, dan Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMK.  Panduan tersebut disusun oleh tim yang terdiri dari unsur organisasi profesi Bimbingan dan Konseling, akademisi dan praktisi serta pengambil kebijakan pendidikan dan telah dilakukan uji keterbacaan. Panduan tersebut merupakan salah satu materi Sosialisasi Kebijakan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI  yang diselenggarakan tanggal 21-23 D

Pengukuran Intelegensi dalam Konteks Belajar

Tulisan ini disarikan dari materi pelatihan sertifikasi tes psikologi bagi konselor pendidikan yang saya ikuti di Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Kali ini, kita akan mencoba membahas tentang apa itu inteligensi, sejarah inteligensi dan bagaimana cara menghitung IQ seseorang. Agaknya semua orang dewasa tahu apa inteligensi itu. salah satu definisi inteligensi yang banyak dianut orang ialah definisi yang dikemukakan oleh David Wechsler (1966). Wechsler mendefinisikan inteligensi sebagai kapasitas keseluruhan dari individu untuk bertindak dengan bertujuan, berpikir secara nasional, dan menangani lingkungannya secara efektif. Konsep-konsep baru mengenai inteligensi muncul pada awal abad ke dua puluh, Ketika Alfred Binet mencoba membantu sekolah-sekolah di Paris untuk mengidentifikasi anak-anak yang kiranya akan dapat atau tidak dapat memanfaatkan pendidikan yang biasa diberikan di kelas-kelas (Binet, 1976). Bersama dengan Theopile Simon, Ia mengembangkan skala-skala inteli

Refleksi Sekolah Kepemimpinan Perempuan

“PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI BAGI ORGANISASI PEREMPUAN MUDA” Oleh Nindya Ayu Pristanti             Sekolah kepemimpinan perempuan yang diadakan oleh LAMIM dan Leadership Center pada tanggal 28-30 Oktober 2016 di Mess Korem 072 Pamugkas Yogyakarta diikuti oleh 32 peserta perempuan muda yang berasal dari organisasi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-D.I.Y). Endah Cahya Immawati yang merupakan ketua dari leadership center mengatakan bahwa kegiatan positif ini didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sekolah Kepemimpianan Perempuan yang bertepatan pada hari sumpah pemuda merupakan momentum pemberdayaan perempuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi.             Pelatihan ini terdiri dari sepuluh materi yang dapat mengembangkan skill para perempuan muda, diantaranya: kepemimpinan perempuan, problematika kebangsaan, kepemimpinan dan manajemen organisasi, hubungan masyarakat dan keprotokolan, teknik komunikasi dan

Indahnya Keberagaman

Sesungguhnya, segala sesuatu itu indah, tergantung sudut pandangnya. Pagi itu, teman satu kontrakan memberi kabar bahwa tepat jam 10 pagi kami harus berada di salah satu universitas swasta di kota istimewa untuk mengikuti prosesi serah terima mahasiswa praktek pengalaman lapangan, disingkat PPL oleh kaprodi kampus asalku. Kami diterima dengan dengan hangat, disuguhi snack dan teh manis. Pertemuan dibuka oleh kaprodi universitas tempat kami PPL. selanjutnya, beliau memberikan wejangan tentang keadaan kampusnya dengan ciri khas unik yang dimilikinya. Aku bisa memahami indahnya toleransi. I challenge myself, honestly . itulah alasan mengapa aku ingin melaksanakan PPL disana, disamping juga karena alasan kualitas kampus dengan akreditasi A.  Aku ingin melatih diri jikalau suatu saat aku berada di luar negeri dan merasakan suasana seperti saat ini. Kampus itu punya suasana berbeda, aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi minoritas dan bagaimana dilihat berbeda walau tidak tersirat sec

Adab Memuliakan Al-Qur’an

               Setiap muslim harus meyakini kesucian kalam Allah, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Qur’anul karim itu kalam Allah yang yang di dalamnya tidak terdapat kebatilan. Al-Qur’an memberikan petunjuk jalan yang lurus dan memberikan bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala.             Untuk itulah tiada ilmu yang paling utama dipelajari seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya (H.R Bukhari).             Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menjadi syafa’at pada hari kiamat bagi yang membacanya (ahlinya)”. (H.R Muslim)             Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur’an dan mengharamkan apa yang

Awal Semester #HariSelasa

Setelah liburan panjang, semester baru dimulai. Seperti biasa, pagi hari saya harus mengendarai sepeda motor dari rumah kontrakan menuju kampus dan tak jarang bertemu dengan teman-teman di persimpangan lampu merah, teman-teman kampus yang selalu memberi inspirasi. Pagi itu, Hari selasa cuaca cerah dan alhamdulillah saya menjadi orang kedua yang terlebih dahulu memasuki ruangan kelas. Saya menunggu teman-teman diluar ruangan. Tak lama kemudian, teman-teman pun datang. Tiba-tiba seorang bapak bertanya, kalian kelas apa? BK A 2015 pak. Oh. Saya pak sumarno, Dosen evaluasi dan supervisi BK. Di jadwal yang diberikan pihak akademik, saya mengajar sekarang di ruangan ini (sambil menunjuk jadwal dan ruangan yang berada di depan kami). Tetapi, di jadwal kami hari ini mata kuliah nya “Pengembangan pribadi dan profesi konselor” pak. Kemudian, Datanglah dua orang ibu-ibu. yang satunya masih muda dan satunya lagi sudah senja. Mereka adalah tim dosen kami untuk mata kuliah pagi itu.     Men